简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Saham Tetap Perkasa, Investor Abaikan Tekanan Inflasi
Lời nói đầu:Ringkasan Pasar (Market Overview)Data ISM Services NMI Amerika Serikat bulan April yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa indeks harga input telah naik ke level tinggi 70,7, menandakan tekanan biaya d
Ringkasan Pasar (Market Overview)
Data ISM Services NMI Amerika Serikat bulan April yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa indeks harga input telah naik ke level tinggi 70,7, menandakan tekanan biaya di hulu rantai pasok masih terus meningkat. Kondisi ini mencerminkan bahwa sektor jasa sedang menghadapi tantangan inflasi yang signifikan, baik dari sisi operasional maupun pengadaan.
Namun demikian, sentimen negatif dari sisi biaya tersebut tidak mampu meredam optimisme pasar. Didorong oleh aksi beli agresif dan fenomena momentum chasing, tiga indeks utama Wall Street menunjukkan ketahanan yang kuat.
Indeks S&P 500 bergerak stabil sepanjang sesi dan ditutup naik 0,81%, kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,03%, didorong oleh kinerja kuat saham-saham teknologi, sekaligus mencatatkan rekor baru.
Sorotan utama tetap tertuju pada sektor semikonduktor. Philadelphia Semiconductor Index (SOX) tidak hanya mempertahankan tren bullish yang kuat, tetapi juga melonjak lebih dari 4% dalam reli yang sangat agresif.
Kinerja saham individu bahkan lebih mencolok:
Intel melonjak 13%
SanDisk naik 12%
Micron menguat 11%
Selain itu, musim laporan keuangan turut menjadi katalis positif bagi pasar. AMD, setelah merilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi, menarik minat beli signifikan pada perdagangan after-hours, dengan harga saham melonjak hingga 14%.
Secara keseluruhan, narasi pasar saat ini telah bergeser dari kekhawatiran terhadap inflasi biaya menuju fokus pada pertumbuhan AI hardware dan sektor semikonduktor. Aliran dana semakin terkonsentrasi pada perusahaan inti di sektor ini, dengan momentum bullish yang masih sangat kuat.
Sorotan Utama
● Tekanan Harga Meningkat, Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed Memudar?
ISM Services NMI bulan April turun dari 54,0 menjadi 53,6, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 53,7. Sementara itu, final S&P Global Services PMI direvisi turun dari 51,3 menjadi 51,0, dengan sub-indeks ketenagakerjaan mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut.
Indeks harga input tetap berada di level tinggi siklus. Kombinasi pertumbuhan yang melemah dan inflasi yang tinggi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko stagflation, sekaligus menempatkan kebijakan moneter The Fed dalam posisi yang sulit.
● Intervensi Yen oleh Bank of Japan, Efektifkah?
Selama periode Golden Week, Jepang melakukan intervensi pasar valuta asing selama tiga hari berturut-turut, dengan total nilai diperkirakan melebihi USD 54 miliar. Namun, otoritas menyatakan bahwa ketiga intervensi tersebut “dihitung sebagai satu tindakan” untuk menjaga ruang kebijakan ke depan.
Menurut aturan IMF, maksimal tiga intervensi dalam enam bulan diperbolehkan untuk mempertahankan status “nilai tukar mengambang bebas”.
Nomura Securities memperingatkan bahwa tanpa perubahan arah kebijakan oleh pemerintah Jepang dan tanpa sinyal kenaikan suku bunga dari Bank of Japan, efektivitas intervensi ini kemungkinan tidak berkelanjutan. Risiko kembalinya strategi “sell Japan” sebelum bulan Juni meningkat secara signifikan.
Fokus Data (gmt+8)
20:15 — Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS (April) (ribu orang)
Miễn trừ trách nhiệm:
Các ý kiến trong bài viết này chỉ thể hiện quan điểm cá nhân của tác giả và không phải lời khuyên đầu tư. Thông tin trong bài viết mang tính tham khảo và không đảm bảo tính chính xác tuyệt đối. Nền tảng không chịu trách nhiệm cho bất kỳ quyết định đầu tư nào được đưa ra dựa trên nội dung này.
Sàn môi giới
OANDA
XM
D prime
Exness
STARTRADER
EBC FINANCIAL GROUP
OANDA
XM
D prime
Exness
STARTRADER
EBC FINANCIAL GROUP
Sàn môi giới
OANDA
XM
D prime
Exness
STARTRADER
EBC FINANCIAL GROUP
OANDA
XM
D prime
Exness
STARTRADER
EBC FINANCIAL GROUP
