简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Kenalan Medsos Berujung Rugi Rp4,8 M, Polisi Ungkap 2 Kasus Kripto Bodong
Ikhtisar:Polda Jawa Barat mengungkap dua kasus yang merugikan dua warga Jawa Barat hingga sekitar Rp4,8 miliar. Pelaku menggunakan identitas perempuan palsu di media sosial untuk membangun hubungan emosional sebelum mengarahkan korban ke platform investasi palsu Ozcrypto Exchange dan Sexbit. Dua tersangka WNI anggota sindikat Kamboja telah ditangkap.

Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat mengungkap dua kasus yang menjerat dua warga Jawa Barat. Berawal dari perkenalan di media sosial, kedua korban mengalami kerugian total sekitar Rp4,8 miliar setelah diarahkan ke platform investasi palsu.
Menurut kepolisian, pelaku menggunakan identitas perempuan palsu untuk membangun hubungan emosional dengan korban sebelum membujuk mereka menanamkan dana.
Kronologi dan Pengungkapan Kasus
Kasus pertama dilaporkan pada 20 April 2026 di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Korban berinisial ZM didekati melalui akun Instagram bernama Olivia Rosalia, lalu komunikasi berlanjut ke WhatsApp dan korban diarahkan ke platform palsu ozcryptoexchange.com.
Korban awalnya mentransfer Rp1 juta. Pelaku memberikan keuntungan pancingan sebesar 5,5 dolar AS agar korban percaya, sehingga korban terus menambah dana investasinya.
Kasus kedua dilaporkan pada 30 Maret 2026 di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, dengan pola serupa: pendekatan melalui media sosial, pengikatan emosional, dan pengarahan ke platform investasi palsu.
Pihak dan Platform yang Terlibat
Dirres Siber Polda Jabar Kombes Pol Fian Yunus menyatakan kedua kasus menggunakan platform investasi palsu bernama Ozcrypto Exchange dan Sexbit. Platform ozcryptoexchange.com digunakan dalam kasus yang menimpa korban asal Cirebon.
Polisi menangkap dua tersangka: JAM dan Eldat, keduanya WNI anggota sindikat kejahatan online Kamboja. JAM ditangkap di Jakarta dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pertama yang menimpa korban ZM.
JAM mempelajari modus pendekatan asmara untuk menjerat korban dari jaringan kejahatan serupa di Kamboja.
Modus Operandi dan Sinyal Risiko
Pelaku mendekati korban menggunakan identitas perempuan dengan foto profil menarik untuk membangun kepercayaan. Setelah korban terikat secara emosional, pelaku membujuk korban mengikuti investasi trading melalui platform palsu.
Sinyal bahaya muncul ketika korban pertama hendak menarik keuntungannya. Platform justru meminta transfer uang tambahan dengan alasan pembayaran pajak.
Permintaan dana tambahan untuk menarik keuntungan merupakan pola yang kerap muncul dalam kasus-kasus serupa yang diungkap kepolisian. Korban ZM akhirnya mengalami kerugian sekitar Rp850 juta setelah seluruh dana dibawa kabur.
Literasi Risiko bagi Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran investasi dari kenalan di media sosial perlu disikapi dengan hati-hati, terutama jika disertai janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Masyarakat dapat memeriksa legalitas platform investasi melalui daftar resmi regulator terkait sebelum menempatkan dana.
Permintaan transfer uang tambahan dengan alasan pajak, biaya administrasi, atau biaya penarikan merupakan tanda bahaya yang umum ditemukan.
Jika menemui situasi semacam ini, masyarakat diimbau segera menghentikan komunikasi dan melaporkan kepada pihak berwenang.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
Tickmill
FOREX.com
eightcap
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
Exness
Tickmill
FOREX.com
eightcap
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
Exness










