简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Amazon Tembus US$3 Triliun, Wall Street Menguat, Bursa Korea Selatan Kena Circuit Breaker
Ikhtisar:Ringkasan PasarPasar global pada hari Selasa menunjukkan pergerakan yang beragam. Selera risiko investor di Wall Street kembali meningkat setelah Amazon melonjak lebih dari 20% dalam dua hari pasca ri
Ringkasan Pasar
Pasar global pada hari Selasa menunjukkan pergerakan yang beragam. Selera risiko investor di Wall Street kembali meningkat setelah Amazon melonjak lebih dari 20% dalam dua hari pasca rilis laporan keuangan, sehingga kapitalisasi pasarnya untuk pertama kalinya dalam sejarah melampaui US$3 triliun. Indeks Nasdaq naik 2,13% ke 25.913,90, S&P 500 menguat 1,48% ke 7.600,50, sementara Dow Jones bertambah 1,32%. Di sisi lain, Apple terkoreksi sekitar 9% dalam dua hari akibat prospek bisnis yang lebih lemah dari ekspektasi, sedangkan Palantir melonjak lebih dari 10% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Dari sisi fundamental, ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat untuk bulan Juli naik menjadi 55,6, jauh melampaui ekspektasi pasar di 53,9 dan mencatat level tertinggi sejak Mei 2022. Sementara itu, PMI Manufaktur Tiongkok berada di 50,9, menandai ekspansi selama delapan bulan berturut-turut.
Namun, pasar Asia bergerak berlawanan dengan Wall Street. KOSPI Korea Selatan kembali merosot lebih dari 5%, sementara KOSDAQ memicu mekanisme circuit breaker. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun lebih dari 7%, diikuti pelemahan pasar saham Tiongkok.
Di pasar komoditas, pergerakan juga terpecah. Minyak mentah WTI turun 5,21% ke US$80,26 per barel di tengah ekspektasi bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka secepatnya pada hari Selasa. Sebaliknya, logam mulia menguat, dengan emas spot naik sekitar 1,47% ke kisaran US$4.108, sementara yen Jepang sempat menguat lebih dari 1%, mencapai level tertinggi dalam hampir tiga bulan.
Sorotan Pasar● Laporan Keuangan Perdana SpaceX Setelah IPO
SpaceX dijadwalkan merilis laporan keuangan pertamanya sejak melantai di bursa hari ini. Investor akan mencermati pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas dari bisnis layanan peluncuran roket maupun internet satelit. Sebagai salah satu emiten antariksa yang paling dinantikan pasar, laporan ini akan menjadi tolok ukur penting untuk menilai apakah saham bertumbuh dengan valuasi tinggi mampu merealisasikan ekspektasi pertumbuhannya, sekaligus berpotensi memengaruhi sentimen terhadap sektor dan rantai pasok terkait.
● Aksi Ambil Untung pada Saham Chip dan Prospek Permintaan AI
Koreksi tajam saham semikonduktor di Korea Selatan hingga memicu circuit breaker mencerminkan meningkatnya aksi ambil untung setelah reli yang panjang. Meski demikian, rangkaian laporan keuangan perusahaan teknologi AS masih terus mengonfirmasi kuatnya permintaan terhadap teknologi berbasis AI. Fokus pasar selanjutnya adalah apakah koreksi ini hanya merupakan penyesuaian valuasi atau justru awal perubahan tren yang lebih besar, serta apakah divergensi kinerja antara pasar saham Asia dan Amerika Serikat akan mulai menyempit.
Fokus Investor Hari Ini
Laporan keuangan perdana SpaceX setelah IPO.
AMD merilis laporan keuangan kuartal kedua.
Data JOLTS Job Openings Amerika Serikat untuk bulan Juni.
Neraca perdagangan, pesanan pabrik (Factory Orders), dan pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) Amerika Serikat bulan Juni.
Mencermati apakah aksi ambil untung pada saham semikonduktor di Asia masih berlanjut, serta apakah perbedaan arah pergerakan antara bursa Asia dan Wall Street mulai berkurang.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










