简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Anjlok, Amazon Melonjak 15%
Ikhtisar:Tinjauan PasarPasar global pada hari Senin berfokus pada tiga perkembangan utama. Pertama, ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Presiden Donald Trump menyetujui penundaan aksi militer terhadap Ira
Tinjauan Pasar
Pasar global pada hari Senin berfokus pada tiga perkembangan utama. Pertama, ketegangan di Timur Tengah mulai mereda. Presiden Donald Trump menyetujui penundaan aksi militer terhadap Iran, sementara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan pada tanggal 3. Sentimen tersebut mendorong harga minyak mentah turun tajam selama sesi perdagangan Asia, dengan minyak Brent sempat merosot sekitar 6,7% intraday, menghapus sebagian besar premi risiko yang terbentuk pekan lalu akibat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Sebagai perbandingan, pada penutupan Jumat lalu, kontrak WTI September masih menguat 1,29% ke level USD84,67 per barel.
Kedua, reli pasar saham Amerika Serikat berlanjut berkat dorongan musim laporan keuangan. Saham Amazon melonjak 15% setelah merilis kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 2012. Pertumbuhan AWS juga mencapai level tertinggi dalam 18 kuartal terakhir. Indeks S&P 500 naik 0,70% ke 7.489,72, sementara Nasdaq menguat 1%. Sebaliknya, Apple turun 7,4% akibat prospek bisnis yang lebih lemah dari perkiraan, mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2025.
Ketiga, pasar saham Tiongkok bergerak menguat secara menyeluruh. Indeks Shanghai Composite naik 0,72%, sedangkan ChiNext melonjak 3,06%. Saham-saham perusahaan Tiongkok yang tercatat di luar negeri (China Concept Stocks) membukukan kenaikan kumulatif 8,09% sepanjang pekan ini. Di Korea Selatan, ekspor Juli tumbuh 62,8% secara tahunan, dengan ekspor semikonduktor melonjak 178,8%, mencerminkan berlanjutnya siklus pemulihan industri chip. Sementara itu, Kementerian Keuangan AS bersama Jepang dan Korea Selatan melakukan intervensi terkoordinasi di pasar valuta asing terbesar dalam hampir tiga dekade, mendorong pasangan USD/JPY turun di bawah level 158.
Sorotan Pasar● Arah Pergerakan Harga Minyak Pasca Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Keputusan Trump untuk menunda aksi militer terhadap Iran serta dimulainya perundingan AS-Iran pada tanggal 3 telah menghilangkan sebagian besar premi risiko yang sebelumnya menopang harga minyak. Apabila negosiasi menghasilkan kerangka kesepakatan yang jelas, harga minyak berpotensi melanjutkan pelemahannya. Namun, apabila proses perundingan menemui hambatan, volatilitas yang dipicu faktor geopolitik dapat kembali meningkat dengan cepat. Dalam jangka pendek, pasar minyak diperkirakan tetap berada dalam kondisi volatilitas tinggi.
● PMI Manufaktur Global dan Permintaan Chip AI
Sejumlah negara akan merilis data PMI manufaktur pada hari ini. Bersamaan dengan lonjakan ekspor semikonduktor Korea Selatan sebesar 178,8% secara tahunan, pasar akan mencermati apakah permintaan riil di sektor manufaktur mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan industri kecerdasan buatan (AI). Perkembangan pada komponen PMI serta keberlanjutan peningkatan produksi dalam rantai pasok semikonduktor akan menjadi indikator awal untuk menilai prospek pertumbuhan ekonomi global dan momentum sektor teknologi pada paruh kedua tahun ini.
Fokus Pasar Hari Ini
Rilis data PMI Manufaktur dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Zona Euro, dan Inggris.
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3. Pasar akan mencermati apakah kerangka kesepakatan dapat tercapai serta dampaknya terhadap pergerakan harga minyak.
Palantir akan merilis laporan keuangan. Investor akan memperhatikan prospek laba dan panduan permintaan di sektor teknologi.
Kementerian Keuangan AS bersama Jepang dan Korea Selatan melaksanakan intervensi terkoordinasi terbesar di pasar valuta asing dalam hampir 30 tahun. Pergerakan dolar AS dan yen Jepang menjadi fokus utama pasar.
Pelaku pasar menantikan Simposium Jackson Hole pada bulan Agustus untuk memperoleh petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan Federal Reserve menjelang pertemuan bulan September.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










