简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar Melemah dan Rupee India Menguat di Tengah Harapan Damai AS-Iran
Ikhtisar:Rupee India dan sejumlah mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, didorong oleh peringatan intervensi dari bank sentral India serta menurunnya harga minyak di tengah harapan kesepakatan damai AS-Iran.

Nilai tukar rupee India mencatatkan pemulihan yang signifikan terhadap dolar AS, menjauh dari rekor pelemahan terendahnya yang terjadi pada pekan lalu.
Penguatan ini terjadi setelah Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra, menegaskan kesiapan bank sentral untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang lokal yang dinilai terlalu rendah. Merespons hal tersebut, pasangan USD/INR dilaporkan turun 0,5% menjadi 95,70.
Selain komitmen intervensi dari RBI, pergerakan rupee juga didukung oleh penurunan tajam harga minyak dunia. Sentimen pasar secara agregat membaik menyusul laporan adanya kemajuan dalam pembicaraan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
Penurunan harga minyak ini memberikan napas lega yang krusial bagi India, mengingat tingginya ketergantungan negara tersebut pada impor minyak mentah.
Di sisi lain, dolar AS justru mengalami pelemahan di tengah volume perdagangan yang cenderung tipis akibat hari libur di beberapa bursa utama.
Laporan meredanya ketegangan geopolitik membuat pasar perlahan menyesuaikan ekspektasi terhadap potensi inflasi yang didorong oleh sektor energi, sehingga mengurangi kekhawatiran akan adanya dorongan kuat terhadap suku bunga dalam waktu dekat.
Pelemahan dolar AS ini secara luas turut memberikan momentum positif bagi mata uang Asia lainnya. Yen Jepang dan yuan China terpantau menguat terhadap dolar AS, sementara dolar Australia memulihkan sebagian kerugian dari pekan sebelumnya akibat data ketenagakerjaan yang lemah.
Di tempat lain, dolar Singapura juga mencatatkan apresiasi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan pasar.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
