Ancaman Intervensi Membayangi Pasangan USD/JPY di Ambang Level Psikologis 160
Yen rata akibat ketidakpastian jalur suku bunga BoJ, memaksa Kementerian Keuangan melempar sinyal intervensi agresif akibat valuasi yang tak wajar.
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Reserve Bank of India (RBI) bertindak membatasi posisi valas bank untuk memberantas spekulasi massal, saat metrik ekonomi Tiongkok menunjukkan perlambatan tak terduga sektor jasa.

Nilai tukar INR mencatatkan penguatan signifikan pasca intervensi RBI, sementara data PMI Tiongkok menunjukkan perlambatan momentum ekonomi.
Pasangan USD/INR melemah ke level 92,71 dari puncak sebelumnya di 95,22.
Otoritas moneter membatasi posisi devisa perbankan dan membatasi instrumen NDF guna menekan spekulasi.
Valuasi USD/CNY bergerak tipis sebesar -0,1% seiring melambatnya data sektor jasa.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Yen rata akibat ketidakpastian jalur suku bunga BoJ, memaksa Kementerian Keuangan melempar sinyal intervensi agresif akibat valuasi yang tak wajar.

Rabobank menaikkan target harga minyak mentah Brent menjadi 107 Dolar AS per barel untuk kuartal kedua 2026 imbas guncangan rantai pasokan jangka panjang di kawasan Teluk.

Harga minyak mentah dunia melonjak melampaui valuasi historis akibat gangguan rantai pasokan global, memicu peringatan dari Federal Reserve terkait risiko inflasi yang persisten.

Broker Trive International Ltd menjadi sorotan di Q2 2026 setelah kasus dugaan penipuan pendiri Kasim Garipoglu, gaji karyawan yang tidak dibayar, hingga aksi protes publik di LinkedIn. Artikel ini mengulas gambaran umum Trive, investigasi FCA UK, serta risiko bagi trader Indonesia.