简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Powell Beri Sinyal Dovish, Imbal Hasil Obligasi AS Rebound
Ikhtisar:Tinjauan PasarKetua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan sinyal dovish yang memberikan dukungan bagi pasar obligasi yang sebelumnya tertekan. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah ser
Tinjauan Pasar
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan sinyal dovish yang memberikan dukungan bagi pasar obligasi yang sebelumnya tertekan. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta dampak dari inovasi teknologi penyimpanan Google membuat pasar saham AS berbalik arah setelah pembukaan yang kuat. Nasdaq sempat turun sekitar 1,2% intraday dan ditutup melemah 0,73%.
Indeks Semikonduktor Philadelphia sempat anjlok hampir 5%. Saham sektor memori mengalami tekanan signifikan, dengan Micron turun hampir 10% dan Western Digital melemah 8,6%, sementara Coherent merosot 9,8%. Di sisi lain, indeks keuangan naik 1,1%, dengan saham perusahaan manajemen aset menguat, Blackstone naik 3,3% dan KKR naik 2,1%. Bill Ackman menyebut adanya “peluang 10x”, mendorong saham Fannie Mae dan Freddie Mac melonjak sekitar 50%.
Sikap dovish Powell memicu kembali ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga tahun ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 8 basis poin, sementara tenor 2 tahun turun 8,6 basis poin.
Prospek & Sorotan UtamaPowell: Suku Bunga The Fed Berada di “Posisi yang Menguntungkan”
Powell menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai dampak konflik Iran terhadap perekonomian. Ia menekankan bahwa lonjakan harga energi biasanya bersifat sementara, sementara transmisi kebijakan moneter berjalan lambat dan sulit untuk segera mengimbangi tekanan harga dari sisi penawaran.
Pendekatan umum adalah mengabaikan guncangan tersebut, dengan syarat ekspektasi inflasi tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih stabil dan dampak tarif terhadap inflasi bersifat satu kali. The Fed tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%.
Powell juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan quantitative easing (QE), dengan menyebutkan bahwa penelitian luas menunjukkan pembelian aset jangka panjang efektif menekan suku bunga. Selain itu, The Fed terus memantau pasar kredit swasta dan belum melihat adanya risiko sistemik.
Terkait teknologi, Powell menilai bahwa model bahasa besar (LLM) akan menggantikan banyak pekerjaan yang dapat diotomatisasi. Ia mengakui tantangan ketenagakerjaan bagi generasi muda saat ini, namun tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang.
Dalam pesannya kepada penerusnya, Powell menekankan pentingnya menjaga agar instrumen kebijakan moneter tidak digunakan untuk tujuan di luar mandat utama. Media yang dijuluki “Fed Watch” mencatat bahwa The Fed dapat mengabaikan dampak kenaikan harga minyak, namun kesabaran kebijakan memiliki batas.
Gedung Putih: Trump Ingin Kesepakatan Sebelum 6 April
Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Pentagon memperkirakan konflik dengan Iran akan berlangsung sekitar 4 hingga 6 minggu. Disebutkan bahwa Iran telah menyetujui sebagian poin dalam pembicaraan tidak langsung.
Menteri Luar Negeri AS menegaskan bahwa tujuan militer diharapkan tercapai dalam hitungan minggu, bukan bulan. Trump disebut lebih condong pada jalur diplomasi, dengan negosiasi yang masih berada pada tahap awal, termasuk melalui mediator. Hubungan dengan NATO kemungkinan akan dievaluasi ulang pascakonflik.
Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, dan menyatakan hanya menerima pesan melalui pihak ketiga. Iran menilai proposal gencatan senjata dari AS tidak realistis dan akan melanjutkan operasi defensif, termasuk menyerang fasilitas militer Israel. Iran juga menuduh serangan terhadap industri baja sebagai bentuk terorisme negara, serta mengkritik AS karena “mengemas keinginan sebagai berita” dan menuding Ukraina terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.
Fokus Data Penting (GMT+8)
21:45 PMI Chicago AS (Maret)
22:00 Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board AS (Maret)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
