简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Konflik AS–Iran Picu Ketakutan Stagflasi, Harga Minyak Melonjak, Brent Tembus $100
Ikhtisar:Ringkasan PasarPasar global pada sesi sebelumnya dibayangi kekhawatiran stagflasi. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tajam harga minyak, yang dikhawatirkan akan menekan
Ringkasan Pasar
Pasar global pada sesi sebelumnya dibayangi kekhawatiran stagflasi. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan tajam harga minyak, yang dikhawatirkan akan menekan pertumbuhan ekonomi global. Aksi jual di pasar saham AS kembali meningkat, dengan Dow Jones dan Nasdaq 100 masuk ke zona koreksi, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatat level terendah dalam hampir delapan bulan. Sejak pecahnya konflik, ketiga indeks utama telah mencatat penurunan selama lima minggu berturut-turut, menjadi rekor penurunan terpanjang dalam hampir empat tahun.
Di sisi lain, sektor keamanan siber terpukul setelah model Anthropic memunculkan isu risiko keamanan. Saham Tenable anjlok hampir 10%, sementara ETF terkait turun sekitar 4,5%.
Logam Mulia & Kripto
Sentimen risk-off ekstrem mendorong permintaan terhadap aset lindung nilai. Harga emas spot melonjak lebih dari 4% secara intraday, dengan kekuatan beli yang signifikan terlihat di bawah level USD 4.500. Sebaliknya, pasar kripto melemah akibat pengetatan likuiditas. Bitcoin sempat turun di bawah USD 66.000, merosot sekitar 5% dari level tertinggi harian.
Energi & Teknologi
Sektor energi menjadi satu-satunya “safe haven” di pasar, dengan kenaikan lebih dari 6% sepanjang minggu. Minyak Brent ditutup naik lebih dari 4%, mencetak level tertinggi sejak konflik Rusia–Ukraina 2022, serta mencatat kenaikan selama enam minggu berturut-turut.
Sebaliknya, saham teknologi tetap tertekan, dengan Meta memimpin penurunan setelah anjlok sekitar 10% dalam sepekan.
Obligasi & Valuta Asing
Pasar obligasi mengalami tekanan jual yang signifikan, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,49%, level tertinggi dalam delapan bulan.
Indeks dolar AS mencatat kenaikan empat hari berturut-turut. Yen Jepang melemah dan menembus level 160 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya dalam dua tahun, mencetak level terendah baru. Sementara itu, yuan offshore sempat melemah melewati 6,92 sebelum berbalik menguat, mengindikasikan meningkatnya intervensi regulator.
Pergerakan Pasar Asia
Pasar Asia menunjukkan ketahanan relatif. Indeks Shanghai kembali ke level 3.900, dengan sektor farmasi dan baterai lithium memimpin reli. Indeks Hang Seng ditutup menguat dalam perdagangan yang berfluktuasi, dengan sektor bioteknologi mencatat kinerja solid.
Namun, pada pembukaan awal pekan, futures saham AS dibuka melemah, sementara minyak Brent dibuka melonjak lebih dari 3%, mengindikasikan sentimen risk-off masih berlanjut.
Sorotan Utama● Kilang Asia Tinggalkan Patokan Harga Dubai
Harga minyak Dubai melonjak ke rekor tertinggi mendekati USD 170 per barel, jauh di atas Brent yang berada di kisaran USD 103. Hal ini mendorong kilang di Asia untuk beralih dari patokan Dubai ke Brent dalam kontrak pembelian minyak mentah AS.
Pemerintah Jepang bahkan turun tangan dengan meminta distributor domestik menyesuaikan mekanisme penetapan harga guna menekan inflasi energi. Pergeseran ini berpotensi melemahkan likuiditas derivatif berbasis Timur Tengah serta memberi tekanan jangka panjang terhadap mekanisme penetapan harga oleh produsen utama seperti Saudi Aramco.
● Jepang Sinyalkan Intervensi
Yen kembali mendekati level kritis 160 terhadap dolar AS. Menteri Keuangan Jepang, Katsuyuki Katayama, mengeluarkan peringatan keras dengan menyatakan akan mengambil “langkah tegas” jika diperlukan—retorika yang sebelumnya sering muncul menjelang intervensi pasar.
Pemerintah Jepang juga dikabarkan mempertimbangkan langkah tidak konvensional, termasuk penggunaan cadangan devisa untuk menekan harga minyak sebagai upaya menahan pelemahan yen.
Fokus Data (GMT+8)
22:30 (US)
Indeks Aktivitas Bisnis Fed Dallas – Maret
04:00 (US)
Pidato Presiden Federal Reserve New York, John Williams (anggota tetap FOMC)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
