简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Arus Dana Mengalir ke Obligasi sebagai Aset Lindung Nilai
Ikhtisar:Tinjauan PasarMenjelang rilis data CPI Amerika Serikat, sentimen risiko global melemah akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak disrupsi AI terhadap model bisnis berbagai industri. Kekhawatira
Tinjauan Pasar
Menjelang rilis data CPI Amerika Serikat, sentimen risiko global melemah akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak disrupsi AI terhadap model bisnis berbagai industri. Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual luas di saham AS, komoditas, dan aset kripto, sementara arus dana beralih ke obligasi pemerintah AS sebagai instrumen safe haven.
Indeks S&P 500 turun 1,6%, sementara Nasdaq anjlok lebih dari 2%. Cisco merilis panduan kinerja yang lemah dan sahamnya merosot 12%. Apple turun 5%, memimpin pelemahan saham teknologi besar. ETF sektor perangkat lunak terkoreksi 2,7%. Dampak AI terhadap sektor logistik turut menekan Russell 3000 Trucking Index yang sempat jatuh 9% intraday. Saham properti komersial juga mencatatkan pelemahan tajam.
Di pasar obligasi, yield Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing turun lebih dari 7 basis poin, mencerminkan peningkatan permintaan aset defensif. Indeks dolar bergerak sideways, sementara yen menguat untuk hari keempat berturut-turut. Bitcoin turun 3% dan kembali di bawah USD 66.000.
Aksi jual di pasar saham diduga memicu tekanan algoritmik pada logam mulia. Harga emas turun lebih dari 3% dan menembus level USD 5.000, sementara perak anjlok 11%. Tembaga turun 3,6%, disusul pelemahan signifikan pada platinum dan palladium. Harga minyak mentah turun 3%, dengan Brent sempat menembus di bawah USD 67 per barel.
Pada sesi Asia, indeks ChiNext naik lebih dari 1% dengan saham perangkat keras komputasi melonjak tajam. Hang Seng Tech Index turun lebih dari 1%. Saham Zhipu melonjak hampir 30%, sementara MINIMAX-WP naik 15%. Yuan Tiongkok menguat menembus level 6,9 terhadap dolar AS.
Sorotan Utama
1. Ketegangan antara Bessent dan Powell?
Menteri Keuangan AS, Bessent, memberi sinyal kepada anggota Partai Republik bahwa ia mendukung pemindahan kewenangan investigasi terhadap Jerome Powell dari Departemen Kehakiman ke Komite Perbankan Senat. Langkah ini diduga bertujuan meredakan penolakan Senator Republik Tillis terhadap pencalonan Warsh sebagai Ketua The Fed. Tillis sebelumnya menyatakan akan menolak setiap nominasi selama investigasi terhadap Powell masih berlangsung.
2. Likuiditas Logam Mulia Menyusut
Emas sempat turun lebih dari 4% dan perak anjlok 11% dalam satu sesi. Pelemahan tajam saham teknologi AS kembali memunculkan keraguan atas realisasi investasi AI dalam skala besar. Analis menilai penurunan harga logam kemungkinan dipicu oleh aksi jual algoritmik, yang memaksa sebagian investor melepas posisi komoditas, termasuk emas dan perak, guna memenuhi kebutuhan likuiditas.
Fokus Data (GMT+8)
21:30 (WIB) — Rilis Data CPI AS bulan Januari
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
