简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Aksi Ambil Untung Menjelang Akhir Tahun, Saham AS dan Logam Mulia Terkoreksi Bersamaan
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPada hari Senin, logam mulia dan saham AS yang sebelumnya mencatat reli kuat secara serempak memasuki fase koreksi. Seiring mendekatnya penutupan tahun 2025, para trader mulai mengurangi
Ikhtisar Pasar
Pada hari Senin, logam mulia dan saham AS yang sebelumnya mencatat reli kuat secara serempak memasuki fase koreksi. Seiring mendekatnya penutupan tahun 2025, para trader mulai mengurangi eksposur terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham-saham berbobot tinggi seperti Tesla, NVIDIA, dan Meta bergerak turun secara kolektif.
Di antara kelompok “Magnificent Seven”, Tesla mencatatkan kinerja terburuk dengan penurunan 3,27%, dipicu oleh kabar negatif terkait pemangkasan nilai kontrak pasokan dengan perusahaan Korea Selatan, L&F, hingga 99%.
Dari sisi makro dan pasar valas, obligasi pemerintah AS memperoleh dukungan beli yang moderat, mendorong imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun ke level 4,11%. Indeks dolar AS bergerak relatif mendatar dalam pola konsolidasi. Sementara itu, yuan offshore menunjukkan pola “melemah lebih dulu lalu menguat”, kembali berhasil menembus level psikologis 7,0, mencerminkan daya dukung domestik yang solid.
Komoditas dan Aset Kripto Berfluktuasi Tajam
Logam mulia mengalami koreksi tajam:
Perak sempat menembus level USD 80 pada sesi awal perdagangan, namun langsung dihantam aksi ambil untung agresif. Harga anjlok lebih dari 8% dalam satu hari dan sempat menembus di bawah USD 71. Emas spot turut tertekan sekitar 4,5%, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak akhir Oktober, dengan harga mendekati area USD 4.300.
Energi bergerak berlawanan arah:
Berbeda dengan lemahnya pasar logam, minyak mentah WTI justru menguat 1,6%, menunjukkan ketahanan sektor energi di tengah koreksi aset lainnya.
Aset kripto membentuk pola “inverted V”:
Dalam kurun 12 jam, pasar kripto mengalami volatilitas ekstrem. Bitcoin sempat menembus level USD 90.000 sebelum berbalik turun tajam ke bawah USD 87.000. Ethereum menunjukkan pola serupa, terkoreksi hampir 5% dari puncak intraday.
Sorotan ke Depan
● Tidak Ada yang Pesimistis: Wall Street Sepakat Saham AS Terus Menguat pada 2026
Berdasarkan survei Bloomberg, seluruh 21 ahli strategi yang disurvei tidak ada satu pun yang mengambil pandangan bearish. Mereka memperkirakan indeks S&P 500 akan naik rata-rata 9% pada tahun 2026, menandai tahun keempat berturut-turut kenaikan dan menjadi reli terpanjang dalam hampir dua dekade.
Institusi yang sebelumnya bersikap hati-hati, termasuk JPMorgan, kini telah berbalik arah dan menaikkan target indeks hingga 7.500 poin. Namun, sejumlah analis senior memperingatkan bahwa optimisme yang terlalu merata justru patut diwaspadai, mengingat risiko valuasi tinggi, arah kebijakan Federal Reserve, serta potensi tekanan dari isu tarif.
● Peringatan Koreksi Perak
Veteran hedge fund, Campbell, memperingatkan bahwa perak menghadapi sejumlah risiko jangka pendek, termasuk aksi jual akhir tahun yang dipicu faktor pajak, penguatan dolar AS, kenaikan persyaratan margin yang menekan leverage, kondisi teknikal yang sudah overbought, serta ancaman substitusi oleh tembaga. Selain itu, rebalancing Indeks Komoditas Bloomberg pada bulan Januari diperkirakan akan memaksa dana pasif melepas posisi setara dengan sekitar 9% dari total open interest kontrak berjangka perak.
Agenda Ekonomi yang Perlu Diperhatikan (GMT+8)
22:00 (AS)
Indeks Harga Rumah FHFA AS bulan Oktober (MoM)
Indeks Harga Rumah S&P/CS 20 Kota Besar AS bulan Oktober (YoY, non-seasonally adjusted)
22:45 (AS)
Chicago PMI AS bulan Desember
Dini Hari
03:00 (AS) Risalah Rapat Kebijakan Moneter Federal Reserve
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
