Demam Piala Dunia Telah Tiba! Pilih broker Anda seperti Anda memilih tim Anda
Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”
简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Ikhtisar:Ponzi forex adalah skema penipuan di mana individu dijanjikan pengembalian tinggi atas investasi mereka di pasar valuta asing (forex). Pada minggu lalu, penipuan Ponzi forex berhasil dibongkar dengan penyitaan seluruh aset milik pelaku. Pelaku juga diketahui menggunakan sejumlah broker forex bodong untuk menjalankan aksinya, selengkapnya bisa dibaca pada artikel berikut ini.

Ponzi forex adalah skema penipuan di mana individu dijanjikan pengembalian tinggi atas investasi mereka di pasar valuta asing (forex). Namun, bukannya menghasilkan keuntungan melalui perdagangan, pelaku skema Ponzi forex menggunakan dana dari investor baru untuk membayar pengembalian kepada investor sebelumnya untuk menciptakan ilusi profitabilitas.
Pada intinya, skema ini beroperasi serupa dengan skema Ponzi tradisional, yaitu pengembalian dibayarkan kepada investor sebelumnya menggunakan modal yang disumbangkan oleh investor baru, dan bukan dari keuntungan sebenarnya.
Pada akhirnya, ketika skema tersebut gagal atau menjadi tidak berkelanjutan karena kurangnya investor baru, banyak peserta yang kemudian kehilangan uangnya.
Skema Ponzi forex merupakan ancaman signifikan bagi investor dan trader di dunia forex. Dengan memahami modus operandi skema ini dan mengambil tindakan proaktif untuk melindungi diri sendiri, trader investor dapat meminimalkan paparan terhadap aktivitas penipuan seperti Ponzi forex ini. Kewaspadaan, uji tuntas, dan skeptisisme yang sehat adalah alat penting dalam menjaga diri dalam menghadapi potensi jebakan investasi.

Direktorat Penegakan (ED) yang beroperasi di bawah Kementerian Keuangan India, telah melakukan beberapa penggerebekan pada hari Kamis minggu lal sebagai bagian dari penyelidikan yang terdaftar berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang di berbagai lokasi di daerah Kolhapur, Pune dan Nashik.
Pencarian tersebut merupakan bagian dari penyelidikan terkait skema pemasaran berjenjang Ponzi forex. Beberapa broker forex ilegal yang diduga dikelola oleh pelaku utama yakni Vinod Tukaram Khute bersama komplotannya juga ikut diselidiki.
Uang tunai, dana bank, deposito, dan perhiasan senilai Rp9 miliar telah dibekukan dan disita sebagai bukti bersama dengan dokumen dan perangkat digital lainnya.
Berdasarkan penjelasan dari ED, mereka memulai penyelidikan setelah registrasi FIR (First Information Report) yang berisikan nama-nama pelaku terdaftar di Stasiun Bharti Vidhyapeeth, Pune.
Dari registrasi tersebut terdapat nama-nama seperti Vinod Khute, Santosh Khute, Mangesh Khute, Kiran Pitamber Anarase, Ajinkya Badadhe dan lainnya yang dilaporkan karena menipu masyarakat umum menggunakan skema Ponzi forex dan platform trading forex bodong yang menjanjikan keuntungan selangit dan berhasil mengumpulkan lebih dari ₹100 Crore atau senilai Rp196 miliar.
Investigasi mengungkapkan bahwa Vinod Khute, yang melarikan diri dan diduga tinggal di Dubai, adalah dalang berbagai skema pemasaran multi-level dan Ponzi forex, perdagangan ilegal, pertukaran kripto dan layanan e-wallet.
Dana tersebut dikumpulkan melalui berbagai entitas cangkang palsu yang dimasukkan ke dalam jaringan transaksi kompleks yang pada akhirnya mengarah pada penarikan hasil tunai dan disedot ke Dubai dengan konversi ke Crypto, aset virtual, atau melalui sistem Hawala oleh pelaku Vinod Khute.
Dunia trading forex adalah tempat dimana keuntungan dapat diperoleh atau hilang dalam sekejap mata. Oleh karena itu, selalu memilih broker yang memiliki reputasi baik merupakan hal yang tidak dapat dilebih-lebihkan. Karena, broker tanpa reputasi atau regulasi sangatlah rentan untuk dijadikan alat oleh para pelaku skema Ponzi forex.
Pelaku skema Ponzi forex yang bernama Vinod Khute ini, diketahui juga mengelola sejumlah broker bodong yang dijalankan bersama dengan komplotannya.
Nama dari broker-broker bodong tersebut adalah:
1. VIPS FX




Mengidentifikasi dan menghindari broker yang terkait dengan skema Ponzi forex sangat penting untuk melindungi investasi Anda.
Dengan selalu terinformasi dan menghindari menggunakan broker dengan reputasi yang meragukan, Anda dapat mengurangi risiko terjerat dalam skema Ponzi forex dan melindungi modal hasil jerih payah Anda. Ingatlah bahwa dalam dunia trading forex, kewaspadaan adalah kunci untuk menjaga kepentingan finansial Anda.

Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

Setiap kali sebuah acara sepak bola besar seperti Piala Dunia FIFA mendekat, satu pertanyaan pasti mendominasi percakapan di seluruh dunia: “Tim mana yang kamu dukung?”

Nicosia — Otoritas pasar modal Siprus, Cyprus Securities and Exchange Commission, resmi mencabut lisensi perusahaan penyedia CFD Conotoxia Ltd setelah lisensinya sebelumnya berada dalam status pembekuan sekitar satu tahun. Regulator menyatakan keputusan pencabutan diambil karena perusahaan gagal memenuhi persyaratan otorisasi dan kepatuhan yang diwajibkan untuk mempertahankan izin usaha.

Tiger Brokers (NZ) Limited menjadi sorotan setelah dampak sanksi CSRC terhadap aktivitas perdagangan lintas batas ilegal di China memengaruhi kinerja keuangan grup perusahaan pada 2026. Simak ulasan lengkap mengenai SCIO, CSRC, dampak hukuman terhadap Grup Tiger Brokers, serta profil Futu dan Longbridge beserta pelajaran penting bagi trader online.

Satu orang pedagang mencatatkan uang sebesar $5. 136 pada bulan Mei 2025, memperoleh sedikit keuntungan, kemudian meminta penarikan beberapa hari setelahnya. Waktu berlalu selama berbulan-bulan—baik modal maupun keuntungan yang diharapkan tidak kunjung kembali. Ketika dia akhirnya bisa menghubungi pihak perusahaan, dia justru diberitahu bahwa perusahaan tersebut "sedang mengalami kebangkrutan". Pedagang lain menggambarkan situasi ini dengan lebih tajam: "Hanya memungkinkan untuk menyetor, tetapi tidak bisa menarik. Platform ini telah bertransformasi menjadi skema Ponzi. "
JustMarkets
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
STARTRADER
Exness
AVATRADE
JustMarkets
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
STARTRADER
Exness
AVATRADE
JustMarkets
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
STARTRADER
Exness
AVATRADE
JustMarkets
VT Markets
EBC FINANCIAL GROUP
STARTRADER
Exness
AVATRADE