Ikhtisar:Setelah ramai diberitakan oleh banyaknya kasus penipuan yang terjadi dan 3 foundernya yang kini menjadi buronan internasional, DNA Pro akhirnya melakukan Margin Call pada akun para membernya yang diduga direkayasa.
Setelah ramai diberitakan oleh banyaknya kasus penipuan yang terjadi dan 3 foundernya yang kini menjadi buronan internasional, DNA Pro akhirnya melakukan Margin Call pada akun para membernya yang diduga direkayasa. Bahkan sebelumnya, para founder dari DNA Pro ini lantang menyuarakan DNA Pro bukan scam, ketika kasus DNA Pro ini disoroti banyak media massa, namun kini akhirnya kebohongan mereka terbongkar semua. Desmond Wira seorang trader professional mengunggah soal Margin Call yang terjadi kemarin di Instagram pribadinya. Pada gambar yang diunggah oleh Desmond, terlihat lot yang dipasang hingga 600, ini menjadi salah satu indikasi Margin Call yang terjadi dengan rekayasa. Follower Desmond pun mengomentari tentang besarnya lot yang dipasang pada akun DNA Pro tersebut.
Desmond menyatakan tidak kaget soal hal ini, karena memang sudah lama dia prediksi bahwa para robot trading abal-abal ini akan melakukan scam atau penipuan. Bareskrim Polri yang menyelidiki kasus penipuan investasi menggunakan kedok robot tradingl ini telah menetapkan 12 orang tersangka pada kasus DNA Pro. Kemungkinan yang bisa terjadi akan ada hal seperti ini terhadap robot-robot trading lain yang kini mengalami persoalan serupa. Seperti yang sudah diberitakan, robot lain seperti ATG, Net89, Fahrenheit dan Viral Blast sebelumnya sudah diblokir oleh Pemerintah karena terkena dugaan melanggar Undang-Undang Perdagangan Berjangka Komoditi dan tidak sesuai SIUPL. Sebelumnya para robot ini membantah melakukan scam, namun kini kebohongan-kebohongan para robot bodong ini mulai terkuak dan pelakunya diringkus oleh pihak kepolisian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.